5 Cara Kuliah di Luar Negeri, Enggak Cuma Beasiswa!

2 min read

Siapa yang punya cita-cita untuk kuliah di luar negeri? Tahu enggak kalau ternyata ada baca cara kuliah di luar negeri yang wajib kamu ketahui?

Berkuliah di luar negeri kerap dianggap sebagai suatu hal yang susah untuk dicapai. Perjuangan untuk mencapainya seolah begitu berat dan terjal, serta butuh banyak pengorbanan yang harus dilakukan.

Mungkin, kamu melihatnya sebagai sesuatu yang sulit karena belum tahu kalau sebenarnya ada banyak cara kuliah di luar negeri! Apa aja?

Cara Kuliah di Luar Negeri

Kebanyakan dari kita mengira kalau membayar secara mandiri atau mendapatkan beasiswa adalah satu-satunya cara untuk bisa berkuliah di luar negeri. Cara yang satu harus punya uang banyak, yang satunya lagi harus bersaing dengan banyak orang.

Padahal, ada beberapa cara lain untuk kuliah di luar negeri yang banyak tidak diketahui orang. Kalau kamu coba, siapa tahu peluangmu untuk berkuliah di luar negeri terbuka lebar!

Without further ado, inilah beberapa cara kuliah di luar negeri gratis yang patut kamu coba!

1. Beasiswa

Contoh Beasiswa: Fulbright (Opportunity Forum)

Cara kuliah di luar negeri dengan beasiswa adalah cara yang paling umum dan banyak dipilih oleh murid. Alasannya, kita bisa kuliah di negara orang tanpa perlu mengeluarkan biaya. Hanya saja, persyaratan yang dibutuhkan pun tidak mudah.

Ada beberapa jenis beasiswa yang tersedia, seperti beasiswa yang disediakan oleh pemerintah (baik Indonesia maupun negara tujuan) maupun swasta. Kamu bisa mengecek masing-masing persyaratan beasiswa melalui situs resmi penyedia beasiswa.

Secara umum, beasiswa biasanya membutuhkan persyaratan sertifikat bahasa seperti TOEFL maupun IELTS. Kamu juga harus diterima terlebih dahulu di kampus tujuan untuk bisa mendapatkan beasiswa.

Kamu juga wajib memiliki nilai akademis yang bagus untuk memperbesar peluangmu mendapatkan beasiswa. Punya berbagai penghargaan bisa menjadi nilai tambah untukmu.

2. Student Exchange

Contoh Student Exchange: SSEAYP (SSEAYP International Indonesia Inc.)

Selain melalui beasiswa, kamu juga bisa memanfaatkan program student exchange alias pertukaran pelajar. Program ini bisa dibuka baik ketika kamu masih duduk SMA ataupun setelah lulus.

Ada beberapa program student exchange terkenal dan memiliki banyak peminat di Indonesia. Beberapa di antaranya adalah:

  • The Ship for Southeast Asian & Japanese Youth Program (SSEAYP)
  • Australia-Indonesia Muslim Exchange Program (AIMEP)
  • Youth for Understanding (YFU)
  • Kennedy-Lugar Youth Exchange & Study (YES) Program
  • Indonesia-Korea Youth Exchange Program (IKYEP)

Untuk bisa mengikuti pertukaran pelajar ini, kamu harus bisa menunjukkan berbagai prestasi baik di kampus maupun sekolah. Aktif di organisasi atau punya keterampilan khusus akan membuat namamu akan dipertimbangkan untuk terpilih.

3. Student Loan

Student Loan (Teen Vogue)

Ada juga cara dengan memanfaatkan student loan. Apa itu? Sederhananya, kamu akan “meminjam uang” untuk bisa berkuliah di luar negeri. Setelah kamu lulus dan mendapatkan pekerjaan, kamu harus mengembalikan pinjaman tersebut beserta bunganya.

Pada tahun 2018, Presiden Joko Widodo pernah meminta perbankan dalam negeri untuk menyediakan produk finansial berupa kredit pendidikan alias student loan. Konsep seperti ini mungkin jarang terdengar di Indonesia, tapi di Amerika Serikat hal ini sudah dianggap lumrah. 

Saat kamu memutuskan untuk berkuliah di luar negeri dengan menggunakan metode student loan, pastikan kamu membaca kontraknya secara teliti dan lengkap. Pastikan jangan sampai ada pasal-pasal yang akan memberatkanmu di masa depan!

4. Summer Course

Summer Course (Language International)

Kalau kamu bercita-cita untuk “mencicipi” rasanya kuliah di luar negeri untuk durasi waktu yang relatif singkat, kamu bisa mencoba summer course alias kelas musim panas. Biasanya, summer course hanya berlangsung selama 1 sampai 6 bulan.

Ada banyak kampus yang menyediakan program ini. Biasanya, kelas akan dikhususkan untuk mempelajari hal yang khas negara tersebut seperti bahasa dan kebudayaannya. Dijamin, pengalaman yang akan kamu dapatkan tidak akan terlupakan seumur hidup!

Berbeda dengan kuliah penuh, kamu tidak akan mendapatkan gelar apapun. Sebagai gantinya, kamu akan mendapatkan sertifikat yang menunjukkan kalau kamu pernah mengambil summer course di kelas tersebut. Lumayan, bisa dibuat nambah portofolio!

5. Riset dan Seminar

Seminar (Lerner College – University of Delaware)

Cara terakhir yang bisa kamu lakukan untuk bisa berkuliah di luar negeri adalah dengan melakukan riset. Cara ini kerap dipilih untuk mahasiswa S2 yang hendak melanjutkan studinya ke S3.

Kamu bisa mengajukan riset yang ingin kamu lakukan di kampus tujuan. Agar mudah goal, riset yang akan dilakukan harus jelas dan memiliki rancangan yang matang. Dibandingkan cara lain yang ada di daftar ini, melakukan riset adalah yang pesaingnya paling sedikit.

Selain itu, kamu bisa mengikuti seminar yang diadakan oleh pihak universitas. Ada banyak seminar akademis yang sering diadakan. Ketika masa pandemi seperti sekarang, seminar biasanya dilakukan secara daring.

Untuk bisa mengikuti seminar, kamu harus mengeluarkan biaya secara mandiri. Dana yang dibutuhkan tidak terlalu banyak jika dibandingkan dengan berkuliah secara penuh, mengingat seminar biasanya hanya diadakan selama beberapa hari.

***

Itulah tadi beberapa cara kuliah di luar negeri tanpa beasiswa ataupun dengan beasiswa yang bisa kamu coba. Ternyata enggak terbatas bayar mandiri ataupun mengandalkan beasiswa, bukan?

Walaupun ada banyak jalan menuju Roma, tetap dibutuhkan usaha keras dan pengorbanan yang tidak sedikit agar kamu bisa berkuliah di luar negeri. 

Waktu bersantai dan bermainmu otomatis akan berkurang banyak agar memiliki waktu lebih banyak untuk melakukan berbagai persiapan seperti belajar.

Gimana, mau pilih cara yang mana untuk berkuliah di luar negeri?


Foto Banner: The Statesman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *